<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Manistebu&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://manistebu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://manistebu.wordpress.com</link>
	<description>Manajemen-Bisnis-Tren Perbukuan dalam Genggaman</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Jan 2012 09:03:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='manistebu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/20a7a068278e192dab453dd129c38ca6?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Manistebu&#039;s Blog</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://manistebu.wordpress.com/osd.xml" title="Manistebu&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://manistebu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Para Penyelam yang Tidak Minum Air</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2012/01/05/para-penyelam-yang-tidak-minum-air/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2012/01/05/para-penyelam-yang-tidak-minum-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 03:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[Teringatlah adagium atau peribahasa asli negeri ini: sambil menyelam minum air. Artinya, dua kegiatan yang dilakukan secara mangkus dan sangkil (efektif dan efisien) karena bersamaan. Lalu, saya menemukan kalimat-kalimat sakti ini: Membaca untuk meluaskan kefasihan; Menulis untuk menaikkan derajat kefasihan; Mengajar untuk membagi segenap kefasihan. Mirisnya dalam jagat kemajuan teknologi informasi kini banyak pengajar (guru, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1046&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teringatlah adagium atau peribahasa asli negeri ini: <em>sambil menyelam minum air</em>. Artinya, dua kegiatan yang dilakukan secara mangkus dan sangkil (efektif dan efisien) karena bersamaan. Lalu, saya menemukan kalimat-kalimat sakti ini:</p>
<blockquote><p>Membaca untuk meluaskan kefasihan; Menulis untuk menaikkan derajat kefasihan; Mengajar untuk membagi segenap kefasihan.</p></blockquote>
<p><a href="http://manistebu.files.wordpress.com/2012/01/images.jpeg"><img class="alignright size-full wp-image-1047" title="images" src="http://manistebu.files.wordpress.com/2012/01/images.jpeg?w=538" alt=""   /></a></p>
<p>Mirisnya dalam jagat kemajuan teknologi informasi kini banyak pengajar (guru, dosen, instruktur, fasilitator, widyaiswara) yang justru tidak membaca, apalagi menulis. Ilmu mereka hanya terekam dalam format power point (meskipun ini masuk kategori menulis) dan lalu menguap begitu saja di ruang-ruang kelas. Mereka tidak membaca sehingga seperti katak di bawah tempurung kaca; mereka tidak pula menulis sehingga enggan menggali dan mengawetkan ilmu yang mumpuni.</p>
<p>Kenyataan ini terdapat pada begitu banyak lembaga/instansi pemerintah maupun swasta yang menggagas berbagai program pemberdayaan maupun program pendidikan untuk masyarakat. Para instruktur atau fasilitator yang ditugaskan umumnya memang menguasai teknik berbicara di depan publik dan presentasi, namun giliran mereka diminta membuat modul atau semacam buku panduan (handbook), masalah pun mengadang.</p>
<p>Kondisi ini setali tiga uang terjadi pada para peneliti yang memiliki kepiawaian dalam riset. Giliran membuat laporan hasil riset dan membukukannya, mereka pun memiliki kegamangan. Karya-karya yang dibuat terkadang menimbulkan tawa kecil, bukan sebagai bentuk penghinaan, melainkan tawa yang melahirkan keprihatinan. Sebuah laporan terkadang diserahkan begitu saja untuk dijadikan buku, padahal dalam proses kreatifnya, sebuah laporan harus diadaptasi ke dalam bentuk anatomi atau format buku dengan menghilangkan dan menambahkan beberapa bagian. Pada kenyataannya, kita memang miskin pengetahuan soal kecerdasan literasi, terutama menulis dan menyunting.</p>
<p>Alhasil, kita memang punya banyak &#8216;penyelam&#8217; di negeri ini, tetapi mereka tidak membuatnya mangkus dan sangkil dengan cara minum air. Artinya, kebanyakan dari mereka memang tidak membaca dan tidak pula menulis. Hal yang terakhir ini memang paling sulit sehingga di dunia pun terkenal sebuah ungkapan:</p>
<blockquote><p>All scientists are the same, until one of them writes a book.</p></blockquote>
<p>Jika Anda seorang guru/dosen/fasilitator/trainer/widyaiswara, boleh saja sakit hati mendengar ungkapan itu. Ya, Anda adalah para guru/dosen/fasilitator/trainer/widyaiswara kebanyakan di negeri ini yang tiada bedanya dengan roti (mengutip syair lagu Iwan Fals). Sampai kemudian Anda menulis sebuah buku (buku yang minimal 48 halaman), barulah Anda memang berbeda dari mereka yang kebanyakan itu.</p>
<p>Tidak berhenti sampai di situ. Buku pun akan membuat Anda berbeda dari penulis lainnya jika memang mengandung amanat perubahan, menarik, serta dilengkapi pengayaan (<em>enrichment</em>) dari hasil riset maupun pemikiran. Anda pun akan semakin berbeda jika produktif menghasilkan buku yang tidak lagi satu, tetapi mampu melahirkan 2-5 buku dalam rentang satu tahun.</p>
<p><em>Sambil menyelam minum air</em>.  Sambil mengajar dan memberikan sekian materi, sebenarnya Anda punya kesempatan bertemu dengan berbagai ide penulisan setiap hari atau setiap saat. Ruang-ruang kelas itu adalah ibarat ruang kontemplasi bagi Anda untuk menstimulus ide-ide yang berasal dari kekuatan ilmu Anda. Karya buku itu adalah pengakuan sekaligus kredibilitas berarti untuk gelar sarjana Anda, master Anda, ataupun doktor Anda.</p>
<p>Sepercik pengalaman mengompori para dosen dan widyaiswara di beberapa perguruan tinggi dan pusdiklat (ITS, Unpad, Polimedia, LIPI Press, IKJ, Bakosurtanal, Kemenperin, Kemenhut, dsb.) untuk menulis buku, membuat saya memang harus mengusung program Gebrak Literasi, terutama dalam hal tulis-menulis di seluruh lembaga/instansi di negeri ini. Saya memang punya ambisi membuat orang melek terhadap penulisan buku, apakah itu fiksi, nonfiksi, serta faksi pada &#8216;jalan yang benar&#8217;. Memang kebenaran itu relatif, namun kebenaran selalu didasarkan pada ilmu, metode, dan filosofi untuk sebuah kemaslahatan. Karena itu, saya hanya menerapkan metode atau langkah standar dalam penulisan: prewriting-drafting-revising-editing-publishing.</p>
<p>Tidak peduli Anda adalah guru/dosen/fasilitator/trainer/widyaiswara dari negeri antah berantah dan pendidikan apa pun, Anda tetap dapat dilatih menulis buku. Syarat utama adalah mau dan mampu menjalani pelatihan yang sifatnya bersinambungan, sambung-menyambung. Karena itu, Anda tidak akan lagi menjadi penyelam yang tidak meminum air.</p>
<p>[Dalam persiapan melakukan penyeliaan penulisan buku seri Creativepreneur, dosen-dosen IKJ. | Training penulisan buku panduan untuk para fasilitator/instruktur implementasi program antikorupsi KPK. | Training Book Writing Revolution 4-5 Feb 2012 @Jogja; 16-17 Feb 2012 @Bandung. Kontak 081320200363]</p>
<p>:: <strong>Bambang Trim</strong></p>
<p>komporis buku Indonesia</p>
<p><em>writer-editor-book packager </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1046/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1046/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1046/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1046&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2012/01/05/para-penyelam-yang-tidak-minum-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manistebu.files.wordpress.com/2012/01/images.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis dan Ekonomi Kreatif</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2012/01/04/menulis-dan-ekonomi-kreatif/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2012/01/04/menulis-dan-ekonomi-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 04:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Training/Kuliah/Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1041</guid>
		<description><![CDATA[Menantang juga mengeksplorasi dunia kreatif, terutama yang kemudian disebut-sebut sebagai penyokong Ekonomi Kreatif yang tengah dicanangkan pemerintah. Ada 14 industri kreatif yang siap dikembangkan di Indonesia, yaitu 1) periklanan; 2) arsitektur; 3) pasar barang seni; 4) kerajinan; 5) desain; 6) fesyen; 7) video, film, fotografi; 8) permainan interaktif; 9) musik; 10) seni pertunjukan; 11) penerbitan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1041&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menantang juga mengeksplorasi dunia kreatif, terutama yang kemudian disebut-sebut sebagai penyokong Ekonomi Kreatif yang tengah dicanangkan pemerintah. Ada 14 industri kreatif yang siap dikembangkan di Indonesia, yaitu 1) periklanan; 2) arsitektur; 3) pasar barang seni; 4) kerajinan; 5) desain; 6) fesyen; 7) video, film, fotografi; 8) permainan interaktif; 9) musik; 10) seni pertunjukan; 11) penerbitan dan percetakan; 12) layanan komputer dan piranti lunak; 13) televisi dan radio; 14) riset dan pengembangan. Nah, kaitan ini saya lagi menyelia sekitar 18 orang dosen dari Fakultas Seni Rupa IKJ untuk menulis 9 judul buku tentang ekonomi kreatif dan saya takjub bahwa begitu banyak bidang ilmu kreatif yang dapat dieksplorasi ke dalam tulisan. Pasalnya ada profesi-profesi tertentu dalam industri kreatif yang tidak dikenal awam. Contohnya saja profesi <em>scenografer</em> yang masuk bidang seni pertunjukan, di dalam profesi ini ternyata terpecah lagi menjadi subprofesi dengan kekhususan bidang ilmu sendiri. Salah seorang yang termasuk langka dalam bidang seni pertunjukan ini dan beliau mengajar di IKJ adalah Pak Subarkah&#8211;beliau memiliki ilmu atau kemampuan tata rias artis.</p>
<p>Isu ekonomi kreatif memang sedang gencar, namun satu hal yang perlu saya tekankan bahwa literatur tentang bidang industri kreatif tersebut sangatlah minim dan juga hampir tidak ada dalam bentuk buku, kecuali bidang yang populer seperti desain grafis.</p>
<p>Mengapa? Para ahli maupun praktisi di industri kreatif itu tidak menuliskannya&#8211;tanpa mengatakan bahwa mereka tidak mampu menulis buku. Namun, pengalaman melatih dan menyelia proses kreatif dosen-dosen di IKJ membuat saya yakin bahwa begitu banyak sumber ilmu dan keterampilan di Indonesia ini yang belum dibukukan, termasuk para pesohor di bidangnya yang belum menulis buku.</p>
<p>Kedua, yang perlu saya ingatkan bahwa semua bidang ekonomi kreatif itu memerlukan media tulisan, baik langsung maupun tidak langsung untuk mendukung produk kreatif tersebut. Misalnya, periklanan, teks iklan (<em>copywriting</em>) menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan produk iklan itu sendiri. Begitu pula di bidang produk multimedia berbasis <em>content, </em>tulisan menjadi media yang mendukung pengembangan <em>content</em> itu sendiri.</p>
<p>Jadi, kunci memasuki era ekonomi kreatif adalah apa yang saya sebut &#8216;kecerdasan literasi&#8217; atau kemampuan &#8216;membaca-menulis-mendengarkan-berbicara&#8217; karena kreativitas memang dialirkan utamanya lewat bahasa serta seni. Tanpa kecerdasan literasi yang mumpuni pengembangan ekonomi kreatif bisa saja mandek dan malah tidak dapat diinformasikan secara efektif kepada khalayak.</p>
<p>Kemampuan menulis dalam arti menulis untuk publik bukanlah lagi kemampuan milik para penulis (mereka yang berprofesi di bidang penulisan-penerbitan). Namun, kemampuan menulis perlu dimiliki oleh siapa pun, terutama para pelaku industri kreatif karena pada dasarnya kemampuan ini dapat dilatihkan dan dikembangkan. Para dosen ataupun guru yang mengajar di bidang kreatif tentu lebih afdol jika menulis buku teks ataupun modul pembelajaran bidang kreatif sendiri sehingga kiat proses kreatif yang mereka kuasai juga dapat disampaikan secara tertulis.</p>
<p>Kreatif menulis, menulis kreatif &#8230;. Memang tidak gampang, tetapi secara taktis dapat dilatihkan dengan metode TRIM (topik-riset-inovasi-matriks) dengan pendekatan pembelajaran standar menulis: prewriting-drafting-revising-editing-publishing. Karena itu Anda dapat mengikuti training berikut ini.</p>
<p><a href="http://manistebu.files.wordpress.com/2012/01/bwr.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1042" title="BWR" src="http://manistebu.files.wordpress.com/2012/01/bwr.jpg?w=538&#038;h=771" alt="" width="538" height="771" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1041/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1041/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1041/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1041&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2012/01/04/menulis-dan-ekonomi-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manistebu.files.wordpress.com/2012/01/bwr.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BWR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Book Writing Revolution Training 2012</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/27/book-writing-revolution-training-2012/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/27/book-writing-revolution-training-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 05:15:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Training/Kuliah/Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sukses menyelenggarakan di Jogja pada Desember 2011, Akademi Penulis Indonesia bersama TrimKom kembali akan menggelar Book Writing Revolution Training Batch #2 dan Batch #3 di Jogja serta Bandung. Daftarkan segera diri Anda karena tempat terbatas sampai 25 orang. Direkomendasikan untuk berbagai profesi, terutama guru, dosen, widyaiswara, trainer, motivator, staf humas, staf marketing communication, penulis, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1034&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sukses menyelenggarakan di Jogja pada Desember 2011, Akademi Penulis Indonesia bersama TrimKom kembali akan menggelar Book Writing Revolution Training Batch #2 dan Batch #3 di Jogja serta Bandung.</p>
<p>Daftarkan segera diri Anda karena tempat terbatas sampai 25 orang. Direkomendasikan untuk berbagai profesi, terutama guru, dosen, widyaiswara, trainer, motivator, staf humas, staf marketing communication, penulis, dan wartawan.</p>
<p><a href="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/bwr2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1039" title="BWR" src="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/bwr2.jpg?w=538&#038;h=771" alt="" width="538" height="771" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1034/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1034/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1034/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1034&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/27/book-writing-revolution-training-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/bwr2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BWR</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selangkah Lagi ke Digital Publishing</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/22/selangkah-lagi-ke-digital-publishing/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/22/selangkah-lagi-ke-digital-publishing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 00:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penerbitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1027</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan malam kemarin (21/12) ringkas saja bersama Mas Erwin Skripsiadi&#8211;salah satu manusia komplet di jagat penerbitan (penulis, ilustrator, praktisi IT, dan pengembang content digital). Saya mengontak beliau untuk sebuah mimpi mendigitalkan langkah menanamkan kecerdasan literasi. Digital publishing bukanlah barang baru. Namun, penetrasinya membuat kita harus mengakui kecepatan perubahan dan perilaku masyarakat menggunakan device-device digital, termasuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1027&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertemuan malam kemarin (21/12) ringkas saja bersama Mas Erwin Skripsiadi&#8211;salah satu manusia komplet di jagat penerbitan (penulis, ilustrator, praktisi IT, dan pengembang content digital). Saya mengontak beliau untuk sebuah mimpi mendigitalkan langkah menanamkan kecerdasan literasi.</p>
<p>Digital publishing bukanlah barang baru. Namun, penetrasinya membuat kita harus mengakui kecepatan perubahan dan perilaku masyarakat menggunakan device-device digital, termasuk juga layanannya. Penetrasi digital kini merambah ke PC, tablet PC (iPad, Galaxy Tab, dsb.), Android Market, Apple Store, ponsel termasuk Blackberry.</p>
<p>Content yang dikembangkan pun dapat berbagai bentuk:</p>
<ol>
<li><em>Embedded content</em> yaitu muatan (content) yang ditanam pada device seperti ponsel maupun tablet, bentuknya bisa e-book, e-learning, ataupun game.</li>
<li><em>Enhanced book</em> yaitu buku yang dikembangkan dengan penambahan fitur, seperti audio, video, maupun animasi 3-D.</li>
<li><em>Electronic book</em> yaitu pengembangan yang paling dikenal dan populer berupa pengalihan buku cetak menjadi buku digital melalui beberapa program komputer seperti e-publishing.</li>
<li><em>Interactive content</em> yaitu pengembangan muatan untuk digunakan di PC maupun berbasis web/internet seperti e-learning ataupun game online.</li>
</ol>
<p>Kami berdua asyik membincangkan rencana digitalisasi muatan (<em>content</em>) yang saya cetuskan di Penerbit Tiga Serangkai yaitu <strong>The Story Explorer</strong>. The Story Explorer adalah program penerbitan buku cerita karya anak, baik itu kumpulan cerpen maupun novel yang diperkenankan untuk anak usia 7-12 tahun. Program yang satu ini dikembangkan secara selektif dengan melakukan workshop kepada anak-anak bagaimana menulis cerita. Program yang dimulai pada 2011 telah menghasilkan beberapa buku anak plus penulis anak-anak.</p>
<p>Bagaimana melatih anak secara efektif menulis dan mengembangkan cerita? Itulah ide yang tebersit. Makna dari The Story Explorer sendiri adalah Penjelajah Cerita dan cerita memang identik dengan pejelajahan imajinasi. Di sinilah tantangannya. Karena itu, saya sudah menyiapkan muatan (<em>content</em>) pembelajaran menulis cerita untuk anak dan itulah yang segera akan kami digitalkan dalam bentuk <em>e-learning</em>.</p>
<p>Langkah-langkah juga dibuat struktur dengan standar pembelajaran menulis yang banyak digunakan di dunia seperti berikut ini.</p>
<p><a href="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/154454.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1029" title="154454" src="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/154454.jpg?w=538" alt=""   /></a></p>
<p>Selain itu, muatan lain yang sedang saya kembangkan dan juga akan diluncurkan pada 2012 adalah <strong>Penulisan Bisnis</strong> (<em>Business Writing</em>) dan <strong>Penulisan Akademik</strong> (<em>Academic Writing</em>). Berbekal pengalaman memberikan training di Setneg Wapres RI, BPK RI, Ditjen Pajak, LIPI Press, Direktorat SD Depdikbud, Bakosurtanal, Pusdiklat Kemenperin, Pusdiklat Kemenhut, FSR IKJ, dan lain-lain maka saya perlu mengembangkan muatan penulisan ini. Muatan ini dikembangkan untuk dapat ditanamkan pada <em>device </em>maupun menjadi pendamping training penulisan.  Selain itu, saya juga tengah menyiapkan muatan digital bertajuk <strong>101 SOLUSI EDITING</strong> yang dapat digunakan oleh editor, penulis, guru, dosen, sekretaris, staf humas, dan wartawan untuk memudahkan pekerjaan mereka melakukan pemeriksaan tulisan.</p>
<p>Sungguh ini pekerjaan menantang sekaligus mengasyikkan. Kami menggunakan segala <em>source</em> yang ada. Muatan dalam bentuk tulisan, ilustrasi yang pas untuk anak-anak maupun dewasa, kerja fotografi dan pembuatan video, serta tentunya pengolahan digital di laboratorium &#8216;edan&#8217;-nya Mas Erwin.</p>
<p>Muatan <em>The Story Explorer</em> kami kembangkan untuk Penerbit Tiga Serangkai. Tentu kami membuka kerja sama dengan penerbit lain yang ingin mengembangkan muatan-muatan kreatif berbasis digital. Salah satu target kami adalah merambah pasar pengembangan muatan (<em>content developer</em>) hingga sampai ke negeri jiran, Malaysia.  Ah, ini pekerjaan seru dan tentu kami juga siap mengajukan muatan-muatan kreatif lain untuk para provider telekomunikasi maupun produsen <em>device</em>, seperti Samsung dan Huawei.</p>
<p>Selangkah lagi memang saya dan teman-teman sevisi akan memasuki pengembangan muatan digital yang juga berbasis dari ide-ide menulis. Sungguh dunia penulisan itu adalah dunia yang takpernah mati selama ide terus bertumbuh dan berkembang. Dan seperti yang pernah saya tulis dalam blog ini bahwa bisnis penulisan-penerbitan ke depan adalah bisnis muatan (<em>content</em>) yang pasar utamanya adalah dunia pendidikan dan dunia bisnis, bahkan mungkin juga nanti dunia spiritual, termasuk motivasi.</p>
<p>Sebuah <em>added value</em> dari muatan tidak lagi menarik jika hanya menyertakan CD berisi video dengan durasi yang singkat ataupun powerpoint dalam bentuk pdf&#8211;seperti yang biasa terjadi pada penerbitan buku. Namun, hal itu akan lebih mengundang kesan bagi pelanggan jika dikembangkan menjadi muatan digital yang dilengkapi fitur-fitur menarik.</p>
<p>Anda mau mencoba menjadi <em>content developer</em>? Ayo!</p>
<p>: catatan kreativitas <strong>Bambang Trim</strong></p>
<p><strong></strong>komporis buku Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1027/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1027/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1027/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1027&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/22/selangkah-lagi-ke-digital-publishing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/154454.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">154454</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bocoran</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/21/bocoran/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/21/bocoran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 11:06:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penerbitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1024</guid>
		<description><![CDATA[Bocoran Draft Outline buku &#8220;Bambang Trim Buka Tabir Bagaimana Taktis Menulis dan Menerbitan Buku&#8221; Daftar Isi Pengantar Prakata Ucapan Terima Kasih Tentang Bambang Trim Pendahuluan BAGIAN I: DARI MANA MEMULAI? 1 Jalan Berliku Menulis Buku Taktis Bukan Gampang If You’re a First Time Writer Kenali Hasrat dan Tujuan Anda Semua Bermula dari Motivasi Meluruskan Persepsi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1024&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bocoran Draft Outline buku<strong> &#8220;Bambang Trim Buka Tabir Bagaimana Taktis Menulis dan Menerbitan Buku&#8221;</strong></p>
<p>Daftar Isi</p>
<p>Pengantar<br />
Prakata<br />
Ucapan Terima Kasih<br />
Tentang Bambang Trim<br />
Pendahuluan<br />
<strong>BAGIAN I: DARI MANA MEMULAI?</strong><br />
1 Jalan Berliku Menulis Buku<br />
Taktis Bukan Gampang<br />
If You’re a First Time Writer<br />
Kenali Hasrat dan Tujuan Anda<br />
Semua Bermula dari Motivasi<br />
Meluruskan Persepsi Terlebih Dahulu<br />
Kursus Menulis Apakah Perlu?<br />
Adakah Jalan Pintas?<br />
2 Mulailah dengan Menulis<br />
Pendidikan yang Gagal<br />
Kita Bukan Orang Gagal<br />
Menulis adalah Seni<br />
Menulis adalah Langkah Pertama Mewujudkan Mimpi<br />
3 Apa yang Anda Dapatkan Dari Buku ini?<br />
Dunia Penerbitan Buku yang Dinamis<br />
Tidak Ada Formula Sihir<br />
Belajar pada Ahlinya<br />
Mengenali Hutan, Bukan Pohon<br />
Taktis Menulis Buku</p>
<p><strong>BAGIAN II: MULAI MERANCANG PENULISAN BUKU (PREWRITING)</strong><br />
1 Mengapa Anda Harus Percaya?<br />
Tidak Peduli Siapa pun Anda, Anda Bisa Menulis Buku<br />
Siapkan Bekal, Tak Perlu Bakat<br />
Orang Awam Semestinya Paham<br />
Menulis Bukan Pekerjaan, Menulis adalah Bisnis!<br />
Anda Pasti Bisa Hidup dari Menulis<br />
2 Ide Brilian, Di Manakah Engkau?<br />
Ide itu Mirip Jelangkung<br />
Banyak Baca, Banyak Jalan, Banyak Silaturahmi<br />
Takkan Lari Ide di Diari<br />
Bermimpi dan Berusahalah Memiliki Laptop<br />
Is There a Book Inside You?<br />
Menimbang Begitu Banyak Ide<br />
Menimbang Pembaca Sasaran yang Luas dan Terarah<br />
3 Anda Mau Mengarang atau Menulis?<br />
Antara Author dan Writer<br />
Antara Fiksi, Faksi, dan Nonfiksi<br />
Aneka Jenis Buku, Anda Mesti Tahu<br />
Tetapkan Minat Berdasarkan Kemampuan<br />
4 Outline, Perlukah?<br />
Begitu Banyak Gagasan Liar<br />
Anda Seorang Arsitek Nyentrik<br />
Empat Jenis Outline yang Anda Perlu Tahu<br />
Buat Dulu Outline Tentatif<br />
5 Writer’s Block<br />
Ide Lanjutan yang Terblokade<br />
Sulitnya Menuliskan Kata-kata<br />
Tips Asyik Menerjang Blokade<br />
6 Meniatkan Buku Menjadi Best Seller<br />
Apa itu Best Seller?<br />
Para Pencetak Hits di Indonesia<br />
Mungkinkah Anda Menjadi Penulis Best Seller?<br />
Topik-topik Hits Penulisan Buku</p>
<p><strong>BAGIAN III: BERKENALAN LEBIH JAUH DENGAN SANG BUKU</strong><br />
1 Sepintas Wajah Buku<br />
Buku Cuma 48 Halaman, Kok<br />
Pelindung Buku (Kaver, Jaket, dan Punggung)<br />
Judul sebagai Identitas dan Pengikat<br />
Legalitas dan Detail Lain<br />
Beranda Depan<br />
Dedikasi<br />
Daftar Isi<br />
Pengantar<br />
Prakata<br />
Pendahuluan<br />
Di Antara Kepala dan Kaki Ada Tubuh<br />
Bab-bab Buku<br />
Elemen-Elemen Penuh Gizi<br />
Halaman Belakang yang Berarti<br />
2 Bagaimana Buku Diolah<br />
Ayo Melek Penerbitan, Bukan Percetakan<br />
Jalan Panjang Penerbitan Buku<br />
Apa itu Penerbit, Divisi, dan Imprint?<br />
Jejaring Industri Perbukuan<br />
Penerbit Besar, Penerbit Menengah, dan Penerbit Kecil<br />
Ini Juga Industri Kreatif, Lo<br />
Sang Editor sebagai Motor<br />
Serahkan pada Ahlinya, Gak Perlu Repot</p>
<p><strong>BAB IV: SAATNYA MENULIS BUKU</strong><br />
1 Kumpulkan Referensi dan Pembanding<br />
Gunakan Secukupnya, Jangan Berlebihan<br />
Positive Thinking, Carilah Pembanding<br />
Baca, Pahami, Ungguli<br />
2 Mulailah Dari Mana Pun dan Cara Apa pun<br />
Hynoptic Writing ala Bambang Trim<br />
Berbahasa dengan Baik, Benar, dan Enak Dibaca<br />
Gaya Formal<br />
Gaya Serius Tapi Santai<br />
Gaya Populer<br />
Gaya “Nyastra”<br />
Gaya “Nyeleneh”<br />
3 Tunggu Dulu, Bagaimana Format Naskah Buku<br />
Panduan Teknis Format Naskah<br />
Menulis Prakata<br />
Mengutip Tulisan atau Karya Orang Lain<br />
Melengkapi Naskah dengan Visual<br />
Menyusun Daftar Pustaka (Bibliografi)<br />
Menyusun Penjurus (Indeks)<br />
4 Bermimpi tentang Cover Buku Anda<br />
Buat Visualisasi Cover Buku Anda<br />
Merancang Judul yang Powerful<br />
Curhat kepada Desainer</p>
<p><strong>BAB V: PASCA-MENULIS MAKIN OPTIMIS</strong><br />
1 Anda Tahu Siapa Pembaca Sasaran Buku?<br />
Maka Anda Harus Berempati<br />
Maka Naskah Harus Benar-Benar Terbaca dan Jelas<br />
Maka Naskah Harus Disunting<br />
Maka Anda Mengundang Simpati<br />
2 Memasarkan Naskah di Belantara Penerbit<br />
Pilih-Pilih Penerbit yang Tepat<br />
Menyiapkan Paket Penawaran yang Menarik<br />
Bagaimana Jika Naskah Tidak Berjawab?<br />
Bagaimana Jika Naskah Ditolak?<br />
3 Ayo Melek Copyright!<br />
Apa itu Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual<br />
Haruskah Karya Tulis Didaftarkan Patennya?<br />
Telisik Perjanjian Penerbitan<br />
Tentang Karya Turunan (Derivative Product)<br />
Mau Royalti atau Flat Fee?<br />
Berbagai Jenis Kontrak Penerbitan</p>
<p><strong>BAB VI: JALUR CEPAT MENERBITKAN BUKU SENDIRI</strong><br />
1 Self-Publishing is A Good Business<br />
Melawan Mainstream Penerbitan<br />
Booming Self-Publishing di Indonesia<br />
Indonesia Bukan Inggris atau Amerika<br />
Kegagalan Berbagai Self-Publishing di Indonesia<br />
Self-Publishing vs Vanity Publishing<br />
2 Memulai Bisnis Penerbitan Swakelola (Self-Publishing)<br />
Yakinkan Visi dan Misi Bisnis Anda<br />
Kenali Industri Penerbitan dengan Lebih Baik<br />
Mau Buat Yayasan, CV, atau PT?<br />
Memilih Nama Penerbit yang Bagus<br />
Merancang Perencanaan Bisnis (Business Plan)<br />
Merancang Perencanaan Pasar (Marketing Plan)<br />
Ekonomi Penerbitan Buku<br />
Produksi Buku, Bisa “Ngutang” Dulu?<br />
3 Memasarkan Buku Sendiri<br />
Merambah Jalur Pemasaran Konvensional<br />
Mencoba Jalur Pemasaran Inkonvensional</p>
<p><strong>BAB VII: WRITING IS A BUSINESS, NOT A JOB</strong><br />
1 Bisakah Hidup dari Menulis Buku?<br />
Merancang Karier sebagai Penulis Buku Profesional<br />
Menetapkan Target dan Tujuan (Goal Setting)<br />
Rupiah Mengalir ke Dalam Kocek Anda<br />
Pahala Mengalir ke Dalam Tabungan Amal Anda<br />
The Real Passive Income<br />
2 Membisniskan Tulisan, Kok Bisa?<br />
Sekarang Era Book on-Demand<br />
Anda Bisa Menjadi Perajin Buku<br />
Anda Bisa Mengajari Orang Menulis Buku<br />
Anda Bisa Menolong Orang Menulis Buku<br />
Anda Bisa Mendampingi Selebritas Menulis Buku<br />
Anda Bisa Terkenal Seperti Andrea Hirata<br />
3 Jangan Katakan Anda Tidak Punya Waktu<br />
Menulis Buku adalah Perjuangan Besar dalam Hidup<br />
Jangan Ingkari Ilmu dan Pengalaman Anda<br />
Tinggalkan Sesuatu untuk Anak dan Cucu Anda<br />
Waktu Anda 24 Jam, Saya Juga!<br />
Satu Hari 10 Halaman, Sudah Cukup</p>
<p>Penutup: KETIKA DAN POYNTER MENGOMPORI SAYA<br />
Lampiran:<br />
1 Sumber-Sumber Penulisan Buku<br />
2 Lembaga dan Organisasi yang Berhubungan dengan Penerbitan<br />
3 Daftar Penerbit Potensial<br />
4 Daftar Toko Buku dan Distributor Buku<br />
5 Self-Publishing Time Table</p>
<p>GLOSARIUM<br />
PENJURUS<br />
DAFTAR PUSTAKA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1024/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1024/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1024/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1024&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/21/bocoran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari &#8220;Setengah Isi Setengah Kosong&#8221;</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/12/belajar-dari-setengah-isi-setengah-kosong/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/12/belajar-dari-setengah-isi-setengah-kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 22:29:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1010</guid>
		<description><![CDATA[Parlindungan Marpaung sewaktu itu memang trainer yang tidak sepopuler nama besar lainnya pada permulaan2000-an. Saya mengenal beliau dalam sesi training di Penerbit Grafindo Media Pratama. Kesamaan asal dari tanah Sumatra membuat saya dan beliau cepat akrab, di samping juga saya banyak berkonsultasi dan menimba ilmu soal karier dan manajemen kepadanya. Beliau juga rutin tampil dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1010&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/fotoparlinsisko.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-1015" title="FotoParlinSisko" src="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/fotoparlinsisko.jpg?w=538" alt=""   /></a></p>
<p>Parlindungan Marpaung sewaktu itu memang trainer yang tidak sepopuler nama besar lainnya pada permulaan2000-an. Saya mengenal beliau dalam sesi training di Penerbit Grafindo Media Pratama. Kesamaan asal dari tanah Sumatra membuat saya dan beliau cepat akrab, di samping juga saya banyak berkonsultasi dan menimba ilmu soal karier dan manajemen kepadanya. Beliau juga rutin tampil dalam talkshow bisnis setiap Rabu pagi di Radio K-Lite FM. Paling tidak publik bisnis Bandung sudah akrab dengan suaranya yang khas serta  selalu menghadirkan seorang bintang tamu dari kalangan pebisnis.</p>
<p>Kedekatan ini saya bawa sampai hijrahnya saya ke MQS Publishing. Sebuah lini bisnis MQ Corporation yang bergerak di bidang penerbitan buku. Sifat komporis saya telah ada sejak dulu hingga saya pun mengompori seorang Parlindungan Marpaung untuk menulis buku motivasi. Beliau menyanggupi dengan cara mengumpulkan serpihan-serpihan cerita motivasi, baik yang sudah sering didengar publik, maupun hasil kreasi maupun modifikasinya sendiri dengan tokoh favoritnya Badrun.</p>
<p>Buku itu akhirnya terbit pada April 2005 dengan tajuk yang kami sepakati antara editor dan penulis yaitu <em>Setengah Isi Setengah Kosong</em>. Lalu, kami pun mengontruksi konsep desain format buku tersebut serta bersetuju dengan gambar gelas yang berisi air berwarna biru&#8211;buku ini memang menjadi bernuansa biru. Tidak tanggung-tanggung buku ini pun kami usahakan dikatapengantari Aa Gym. Lalu, dicetaklah pertama 5.000 eksemplar.</p>
<p>Di luar dugaan, buku ini sontak mendapat perhatian publik pembaca Indonesia. Komentar dan pujian lewat SMS mengarus ke hp Pak Parlin ini. Pun training yang diselenggarakannya di beberapa perusahaan menjadikan buku ini sebagai favorit <em>gimmick</em>. Sampai-sampai para santri dan ustadz di Daarut Tauhiid banyak yang terpengaruh dengan buku ini dan menjadikan beberapa isinya sebagai materi dakwah. Pak Parlin pun sempat didaulat tampil di depan santri meskipun beliau seorang non-Muslim. Suasana Pesantren Daarut Tauhiid yang memang inklusif tetaplah mengapresiasi kehadiran Pak Parlin seperti juga kehadiran seorang Tung Desem Waringin ataupun Andrie Wongso.</p>
<p>Jujur kami tidak menduga efek buku ini sedemikian besar. Awalnya buku ini memang diposisikan untuk pembaca sasaran para karyawan, bahkan hingga level manajemen menengah. Namun, buku ini justru direspons lebih banyak oleh para karyawan level rendah, bahkan buruh, termasuk para TKI di luar negeri.  Padahal, buku ini bertebal lebih dari 300 halaman. Namun, memang konsepnya dibuat dengan format butiran-butiran berupa kisah-kisah pendek, perenungan, dan berbagai hal tentang manajemen yang banyak terjadi di sekeliling kita, termasuk soal keluarga.</p>
<p>Kini, pada Juli 2011, buku ini membukukan cetakan ke-30 dengan lebih dari 100.000 eksemplar terjual. Saat saya hengkang dari MQS pada 2009, sudah tercatat penjualan buku  ini mencapai angka 70.000 eksemplar. Lalu, penerbit PTS yang sudah lama menjalin kerja sama dengan MQS pun tidak melewatkan mengakuisisi buku ini dan terbit dalam edisi Malaysia. Parlindungan Marpaung kemudian pun akrab dengan publik Malaysia dan bukunya pun mengalami cetak ulang di Malaysia.</p>
<p><a href="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/5461257854_26af07e518.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1013" title="5461257854_26af07e518" src="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/5461257854_26af07e518.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Berbeda dengan di Indonesia, buku di Malaysia dicetak dalam format besar dan warna bernuansa hijau. Buku edisi Malaysia ini bahkan sudah mengalami cetak ulang dan masuk kategori penjualan laris. Artinya, pesan yang disampaikan Parlindungan Marpaung kepada para peniti karier di Indonesia juga dapat berterima di Malaysia.</p>
<p>Pelajaran berharga dari buku <em>SISKO</em> ini&#8211;begitu kami menyebutnya di MQS, pertama adalah kepercayaan diri sang penulis sendiri untuk menyelesaikan bukunya dan memilih kisah, lalu juga menceritakan kembali kisah yang sudah entah berapa kali disampaikan oleh para motivator. Kedua, aktivitas penulis sendiri yang mau berbagi dari mulai perusahaan kelas kakap hingga perusahaan kecil, sampai pun dengan senang hati menjawab semua SMS yang masuk ke hpnya. Sikap ini membuat beliau akrab dengan para pembacanya dan cepat mendapat simpati.</p>
<p>Beliau juga orang yang menetapkan <em>goal</em> dalam hidupnya. Bagaimana kemudian buku <em>SISKO</em> mengantarkannya melakukan lawatan ke berbagai negara untuk menuntaskan salah satu <em>goal </em>menjadi pembicara di luar negeri.</p>
<p>Apa yang disampaikan oleh Parlindungan Marpaung dalam bukunya ringan-ringan saja. <em>SISKO</em> juga tidak terlalu di-<em>blow up</em> dengan promosi yang gempita, apalagi pada masa itu belum ada <em>social media</em> seperti saat ini. Namun, <em>SISKO</em> sendiri dibaca oleh Aa Gym dan juga diberi apresiasi. Ada juga sebenarnya sesama motivator/trainer yang menganggap <em>SISKO</em> buku &#8216;biasa&#8217; saja, tetapi fakta membuktikan bahwa buku itulah yang disukai publik dan diinginkan publik pembaca.</p>
<p>Seperti halnya dalam kasus buku Ippho Santosa yaitu <em>7 Keajaiban Rezeki</em> dan <em>Percepatan Rezeki</em>.  Pembaca yang jeli akan melihat kesamaan antara kedua buku itu, lalu juga pembaca yang merasa kefasihannya sudah lumayan akan menganggap buku tersebut biasa saja dengan mengumpulkan berbagai literatur. Namun, buku itu masuk dalam jajaran buku laris. Buku itu disukai pembaca Indonesia, terutama mereka yang tetap memimpikan kemakmuran, memerlukan motivasi yang membumi. Di sinilah sebagai penulis atau editor kita perlu mencermati mengapa sebuah karya dapat diapresiasi oleh publik pembaca sedemikian rupa meskipun tampak biasa.</p>
<p>Memang ada yang mengaitkannya dengan faktor promosi, terutama <em>word of mouth</em>. Dalam bagian itu ada pembaca yang sekadar ikut-ikutan membeli agar dibilang tetap &#8216;gaul&#8217;, ada yang terpaksa membeli karena merasa tidak enak kalau tidak membeli, atau alasan lainnya yang tidak berhubungan dengan minat membaca. Namun, pembaca kategori lain-lain ini dapat dikelompokkan dan akan terlihat angka pembaca dengan minat tinggi untuk mendalami karya tersebut lebih besar. Artinya, sang penulis nyata-nyata menerima <em>feed back</em> dari para pembacanya, lalu juga semakin menciptakan banyak pengikut dan penganut &#8216;paham&#8217; yang sama.</p>
<p>Terus terang sebagai editor, saya ingin menemukan kembali &#8220;Parlindungan-Parlindungan&#8221; lain. Muncul sebagai motivator dan trainer yang bersahaja, lalu melejit lewat karya yang juga tidak terlalu banyak gembar gembor atau bahasa promosi. Pak Parlin hanya menyebut dirinya <em>The Inspiring Trainer. </em>Seorang <em>new comer</em> dalam dunia penulisan buku yang langsung menghentak. Angka lebih dari 100.000 eksemplar dan 30 kali cetak ulang adalah angka luar biasa bagi sebuah kasus penerbitan buku di Indonesia.</p>
<p>Sabtu-Minggu pada 17-18 Desember 2011, rencana training &#8220;Book Writing Revolution&#8221; konon panitia menerima permintaan pendaftaran melebihi kuota 20 orang. Akhirnya, kami meluaskan kesempatan menjadi 30 orang untuk berlatih menulis buku nonfiksi. Ada trainer, motivator, dokter, dosen, dan banyak profesi lainnya yang menjadi peserta. Semua saya rasa punya satu keinginan yang kuat juga bagaimana mereka dapat menulis buku sekuat <em>Setengah Isi Setengah Kosong</em>. Fenomena <em>SISKO</em> ini akan saya jadikan studi kasus pada training menulis buku tersebut.</p>
<blockquote><p>Jika besar keinginan menjadi penulis buku yang sukses, belajarlah melihat, merasa, dan mencerna buku-buku <em>best seller</em>, terutama buku-buku lokal. Lihatlah apa yang pembaca awam tidak melihatnya. Karena itu, Anda perlu mengenali buku lebih daripada pembaca awam mengenali buku.</p></blockquote>
<p>:: catatan kreativitas <strong>Bambang Trim</strong></p>
<p><strong></strong>komporis-buku-Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1010/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1010/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1010/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1010&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/12/belajar-dari-setengah-isi-setengah-kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/fotoparlinsisko.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FotoParlinSisko</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/5461257854_26af07e518.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">5461257854_26af07e518</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Entengnya Bilang Best Seller</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/10/entengnya-bilang-best-seller/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/10/entengnya-bilang-best-seller/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 00:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penerbitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1006</guid>
		<description><![CDATA[Buku best seller? Apa yang tersirat di benak Anda? Anda mungkin akan berpikir tentang buku-buku yang menarik perhatian masyarakat Indonesia kini atau juga tentang buku yang penjualannya luar biasa. Pada saat tulisan ini dibuat maka yang tercatat sebagai buku-buku best seller versi Gramedia online: Cara Cerdas Berkebun Emas karya Rulli Kusnandar, Trans Media Pustaka; Kamus Inggris-Indonesia karya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1006&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku <em>best seller</em>? Apa yang tersirat di benak Anda? Anda mungkin akan berpikir tentang buku-buku yang menarik perhatian masyarakat Indonesia kini atau juga tentang buku yang penjualannya luar biasa. Pada saat tulisan ini dibuat maka yang tercatat sebagai buku-buku <em>best seller</em> versi Gramedia online:</p>
<ol>
<li><em>Cara Cerdas Berkebun Emas</em> karya Rulli Kusnandar, Trans Media Pustaka;</li>
<li><em>Kamus Inggris-Indonesia</em> karya Echols, Gramedia;</li>
<li><em>13 Wasiat Terlarang! Dahsyat</em> dengan Otak Kanan karya Ippho Santosa, Elexmedia;</li>
<li><em>7 Keajaiban Rezeki</em> karya Ippho Santosa, Elexmedia;</li>
<li><em>Muhammad sebagai Pedagang</em> karya Ippho Santosa, Elexmedia;</li>
<li><em>Marketing is Bullsit</em> karya Ippho Santosa, Elexmedia;</li>
<li><em>Buku Pintar Menguasai Microsoft Office 2007</em> karya Shenia Anand, Trans Media Pustaka;</li>
<li><em>Poconggg juga Pocong</em> karya Poconggg, Bukune;</li>
<li><em>Kamus Inggris-Indonesia Indonesia-Inggris</em>, karya Kimberly, Kawah Media Pustaka;</li>
<li><em>Essential Managers: Communicate Clearly</em> karya Robert Heller, Dian Rakyat.</li>
</ol>
<p>Mari kita bongkar sedikit soal <em>best seller</em> ini bahwa kata <em>best seller</em> disematkan untuk buku-buku yang mengalami kepopuleran dan penjualan luar biasa sehingga ditempatkan dalam daftar buku-buku terlaris. Seperti halnya di AS, salah satu daftar buku terlaris yang sangat bergengsi dan diakui adalah yang dikeluarkan oleh <em>The New York Times Best Seller List</em>. Selain itu, ada pula daftar yang dikeluarkan majalah perbukuan bergengsi seperti <em>Publisher Weekly</em> yang terbit di Inggris. Pada Desember 2011 yang bertengger di posisi nomor satu Daftar <em>Best Seller </em>NYT adalah buku STEVE JOBS, karya Walter Isaacson (Simon &amp; Schuster).</p>
<p>Tentu predikat <em>best seller</em> ini menjadi dambaan para penulis, sekaligus tentunya para penerbit. <em>Best seller</em> meniscayakan marjin keuntungan yang luar biasa bagi penerbit dan royalti yang menggiurkan bagi penulis. Selain itu, terdapat keuntungan tambahan berupa naiknya <em>brand image </em>penerbit dan juga naiknya juga nama penulis sehingga ia dapat menikmati kepopulerannya serta pendapatan sampingan.</p>
<h4>Fakta Best Seller</h4>
<p>Dalam dunia penerbitan sendiri selalu dipertanyakan kriteria <em>best seller</em> ini. Saya sempat membuat formula cetakan pertama (<em>first print run</em>) dan penjualan buku dengan mengacu pada ukuran T-Shirt.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="155">Standar (S)</td>
<td valign="top" width="216">
<p align="right">3.500 eksemplar</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="155">Medium (M)</td>
<td valign="top" width="216">
<p align="right">7.000 eksemplar</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="155">Laris (L)</td>
<td valign="top" width="216">
<p align="right">15.000 eksemplar</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="155">X-tra Laris (XL)</td>
<td valign="top" width="216">
<p align="right">35.000 eksemplar</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Pada prediksi penjualan standar maupun medium dapat dilakukan dalam satu kali cetakan pertama. Namun, pada prediksi penjualan laris dan ekstra laris dapat dilakukan dalam 2-3 kali cetak ulang atau lebih. Karena itu, pengertian sebuah buku sangat (ekstra) laris (<em>fast moving</em>) apabila dalam rentang penjualan setahun mengalami cetak ulang lebih dari 2 kali dalam versi saya atau sekurang-kurangnya melebihi angka 30.000 eksemplar atau setara dengan 625 eksemplar per minggu.</p>
<p>Tentu berbeda dengan standar ataupun fakta yang terjadi pada ranking <em>best seller </em>di NYT. Sebuah buku ranking 1 seperti biograf <em>Steve Jobs</em> dapat mencapai angka penjualan lebih dari 50.000 eksemplar, bahkan mungkin sampai ratusan ribu eksemplar atau satu juta eksemplar dalam periode penjualan tertentu. Data dari Wikipedia menyebutkan bahwa penerbit di Inggris menetapkan angka <em>best seller</em> untuk buku <em>hardcover</em> (penerbitan Eropa dan Amerika lazim menerbitkan buku dalam dua versi: hardcover dan paperback) yaitu  4.000 sampai 25.000 eksemplar per minggu. Ingat, per minggu! <em></em></p>
<p><em>Best seller</em> sebenarnya menjadi target bagi penerbit-penerbit mayor disebabkan mereka membutuhkan pendapatan yang tinggi (<em>high return</em>) karena terkadang besarnya <em>overhead </em>yang harus ditanggung. Karena itu, penerbit-penerbit buku pelajaran di Indonesia sudah terlalu biasa dengan angka penjualan per judul buku pelajaran di atas 50.000 eksemplar dalam setahun. Alhasil, ketika mereka memasuki wilayah buku umum, terkaget-kaget dengan penjualan hanya 3.000 eksemplar per tahun dan kadang masih menyisakan stock atau retur.</p>
<p>Perkiraan menunjukkan dari sekitar 200.000 judul buku baru setiap tahun di AS, kurang dari 1% yang mampu menjadi buku <em>best seller</em>. Penerbit-penerbit mayor mendominasi kriteria ini. Di Indonesia kita dapat menyebutkan bahwa buku <em>best seller</em> (buku umum) umumnya disumbang oleh Group Gramedia, Group Agro Media, Group Mizan, Group Erlangga, Group Penebar Swadaya. Sisanya penerbit menengah, seperti Ufuk Press, Serambi, Dastan, Republika, Sygma, GIP, dan beberapa yang lain.</p>
<p>Kecil sekali kemungkinan penerbit kecil mampu bertengger di posisi <em>best seller</em> walaupun faktanya ada seperti Penerbit Jabal yang mampu menempatkan bukunya <em>Agar Selalu Ditolong Allah</em> di kategori <em>best seller</em> atau Penerbit Pinus dengan bukunya <em>Rahasia Kecerdasan Yahudi</em>.</p>
<p>Pemain utama dunia penerbitan seperti grup penerbit besar tadi sangat mewarnai <em>best seller </em>Indonesia. Di belakang mereka berperan para penulis, agen sastra, editor akuisisi, editor pengembang, dan tentunya media (termasuk <em>social media</em>). Pada daftar buku terlaris versi Gramedia Online dapat Anda lihat bagaimana Elexmedia (Group Gramedia) memengaruhi daftar buku terlaris, termasuk penulisnya Ippho Santosa yang menempatkan lebih dari 3 bukunya dalam daftar tersebut.</p>
<h4>Manipulasi Best Seller</h4>
<p>Sebuah cara memanipulasi buku ke dalam daftar <em>best seller</em> pernah dilakukan pada 1995 oleh penulis buku <em>The Discipline of Market Leaders. </em>Sang penulis diduga membeli sendiri bukunya sebanyak 10.000 eksemplar dalam pesanan-pesanan kecil di toko-toko buku yang penjualannya dilaporkan kepada Bookscan.</p>
<p>Aksi ini didorong oleh pengaruh sampingan (istilah Tung Desem dalam bukunya adalah faktor kali) apabila nama Anda tercatat sebagai <em>best selling author, </em>seperti undangan seminar/ceramah/training, konsultasi, bahkan juga event-event entertainment. Karena itu, aksi ini dianggap sebagai investasi. Buku tersebut langsung melonjak ke urutan #8 pada daftar buku <em>best seller </em>dan bertahan selama 15 minggu, bahkan berada di puncak #1 pada daftar <em>Business Week</em>.</p>
<p>Cara ini tentu ilegal dan cenderung kurang beretiket jika Anda memanipulasi <em>best seller</em> dengan cara membelinya sendiri. Misalnya, di Indonesia Anda dapat menjadikan targetnya adalah Gramedia Matraman. Gramedia Matraman memiliki posisi strategis sebagai acuan Gramedia di seluruh Indonesia dalam memantau pergerakan <em>best seller</em>. Untuk itu, Anda dapat menyuruh beberapa orang menggunakan uang Anda sendiri untuk membeli buku-buku hasil karya Anda. Jika Gramedia mencatat penjualan Anda dalam satu minggu bisa mencapai 50 eksemplar dan berturut-turut terjadi selama sebulan, saya jamin buku Anda akan berpindah ke rak <em>best seller</em>. Lalu, tersebarlah berita bahwa buku Anda adalah buku laris maka terjadi permintaan buku tersebut di Gramedia-Gramedia lainnya.</p>
<p>Ada lagi yang sungguh aneh terjadi di Indonesia untuk memanipulasi <em>best seller</em> dan ini sempat terjadi. Sebuah buku yang baru saja terbit pada cetakan pertama langsung dilabeli dengan <em>best seller</em>. Mungkin saja ada buku yang telah menjadi <em>best seller</em> sebelum diterbitkan secara resmi, misalnya lewat self-publishing, tetapi ini kasus yang jarang terjadi dan harus dibuktikan dulu dengan data penjualan. Ya kalau mau dibilang bercanda, mungkin penerbitnya berprasangka baik dan sudah berniat bahwa bukunya akan <em>best seller</em> sehingga dilabeli <em>best seller</em> (insya Allah). Namun, jelas ini adalah kebohongan kepada publik.</p>
<h4>Entengnya Bilang Best Seller</h4>
<p>Kata <em>best seller</em> untuk buku di Indonesia itu memang seperti enteng sekali diucapkan di lidah. Padahal, pada praktiknya hanya mungkin 5%, bahkan kurang dari total buku yang diterbitkan setahun oleh penerbit dapat menjadi <em>best seller</em> apabila kita memegang kriteria penjualan 30.000 eksemplar dalam setahun. Sisanya lebih dari 90% bisa jadi hanya menyentuh penjualan normal 3.000 dalam setahun, bahkan kurang dari itu sehinga dicap <em>slow moving</em>.</p>
<p>Ingat bahwa dalam skala ekonomi pencetakan 3.000 eksemplar jika berhasil terjual 2.000 eksemplar, penerbit itu baru BEP dan marjin keuntungannya terdapat pada 1.000 eksemplar selanjutnya. Karena itu, penerbit sangat mendambakan cetak ulang disebabkan pada cetak ulang komponen biaya hpp (editorial, desain, dsb) sudah tidak ada dan marjin yang diperoleh bisa lebih besar lagi. <em></em> <em></em> <em></em></p>
<p><em>Best seller</em> juga harus mengandung pengertian berlaku secara nasional, bukan lokal. Jangan sampai penulis merasa dirinya sudah menjadi penulis <em>best seller</em> hanya karena bukunya sudah bertengger di rak <em>best seller </em>di salah satu toko buku besar, misalnya di daerah Bintaro. Seperti halnya pemilu, wajar jika Anda menang di daerah pemilihan di mana Anda tinggal. Namun, kemenangan Anda di sana belum tentu mencerminkan Anda menang pemilu secara keseluruhan atau mutlak. <em></em> <em></em></p>
<p><em>Best seller</em> harus mengandung makna serentak terjadi di beberapa toko buku, di beberapa kota, dan diulas di beberapa media massa lokal maupun nasional dalam periode tertentu. Hal paling mudah adalah konfirmasi penerbit sendiri bahwa buku Anda sudah menembus angka penjualan lebih dari 30.000 atau 50.000 eksemplar sepanjang tahun, lalu Anda menerima royalti dengan angka menggiurkan. Selanjutnya, Anda pun diundang tampil di sana-sini meski Anda tidak pernah mengunggah film Anda di youtube&#8211;semua berkat buku yang dibaca begitu banyak orang.</p>
<p>Saya sendiri kadang-kadang tidak terlalu berani mengklaim bahwa saya adalah penulis <em>best seller</em> dan saya akan mengadakan training bagaimana membuat buku <em>best seller</em>. <em>Best seller</em> itu banyak faktor yang memengaruhi, termasuk faktor keberuntungan (<em>lucky</em>).</p>
<p>Beberapa buku saya yang sempat mencetak hit penjualan karena dicetak ulang lebih dari satu kali adalah <em>Seri Tanya Jawab Anak Muslim</em> (ada 4 judul yang dicetak lebih dari 20.000 eksemplar), <em>Menggagas Buku, Menginstall Nyali</em>, <em>Magnet Muhammad saw., Menjadi Usahawan Sehebat Muhammad saw. </em>(diterbitkan di Malaysia dan cetak ulang 2 kali). Selain itu, saya memang pernah membantu penulisan buku <em>best seller</em> nasional terjual lebih dari 130.000 eksemplar yaitu buku <em>Aa Gym Apa Adanya: Sebuah Qolbugrafi</em> serta pasangannya terjual lebih dari 50.000 eksemplar, <em>Jagalah Hati</em>. Namun, dua buku ini mengandung faktor Aa Gym sebagai tokoh terpopuler saat itu sehingga jauh-jauh hari sudah dapat diperdiksi akan <em>best seller</em>.</p>
<p>Walaupun demikian, saya tidak menafikan bahwa <em>best seller </em>adalah sebuah usaha (<em>effort</em>) yang dilakukan bersama-sama oleh penulis dan penerbit serta dibantu faktor eksternal pembaca (komunitas), klub buku, serta tentunya media. Sebuah buku yang diniatkan <em>best seller</em> dapat didesain jauh-jauh hari dengan melakukan riset kebutuhan atau keinginan yang terjadi pada masyarakat (tren dan kecenderungan). Terkadang di sini intuisi, baik itu penulis maupun penerbit berperan penting.</p>
<p>Intinya kita memang tidak boleh terlalu enteng mengklaim sebuah buku atau seorang penulis itu berhak menyandang label <em>best seller </em>dan <em>best selling author</em>. Di sebuah negeri antah berantah bahkan terjadi sesuatu yang lebih naif lagi. Seorang penulis mengadakan training penulisan buku-buku <em>best seller</em> atau menulis buku bagaimana membuat buku <em>best seller</em>, padahal dirinya sendiri tidak pernah menghasilkan buku <em>best seller</em> dalam pengertian sebenarnya&#8211;hanya berupa klaim yang tidak dibuktikan dengan angka-angka.</p>
<p>***</p>
<p>Catatan ini memberi impresi bahwa <em>best seller </em>itu adalah sebuah usaha dan jalan panjang. Bagi penerbit apabila Anda menjadi penulis buku-buku laris (bukan sangat laris/<em>best seller</em>) sudahlah cukup menempatkan diri Anda sangat istimewa. Artinya, Anda dapat menyumbang pendapatan pada penerbit minus sisa stock akhir tahun (terjual normal 3.000-5.000 eksemplar) setahun. Maka jadilah penulis yang insaf dan penerbit yang juga insaf&#8211;<em>best seller</em> harus menjadi salah satu <em>goal</em> dalam hidup yang dicapai dengan perencanaan matang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>:: catatan kreativitas <strong>Bambang Trim</strong></p>
<p>komporis buku Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1006/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1006/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1006/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1006&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/10/entengnya-bilang-best-seller/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerbit Perlu Naskah Apa</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/08/penerbit-perlu-naskah-apa/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/08/penerbit-perlu-naskah-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 23:45:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penerbitan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=1001</guid>
		<description><![CDATA[Senyampang saya membuka facebook, tiba-tiba kerap masuk chat dari seorang teman. Dimulai dengan sapaan, lalu keinginan bertanya: &#8220;Naskah apa yang sedang diperlukan penerbit Anda saat ini?&#8221; Terus terang, saya agak malas menjawabnya. Apalagi, kalau ditimpali dengan pertanyaan lain: Penerbit Anda alamatnya di mana? Punya web atau email? Berapa lama saya akan mendapatkan jawaban? Naskah dikirim dalam softcopy [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1001&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Senyampang saya membuka <em>facebook</em>, tiba-tiba kerap masuk chat dari seorang teman. Dimulai dengan sapaan, lalu keinginan bertanya: <strong>&#8220;Naskah apa yang sedang diperlukan penerbit Anda saat ini?&#8221;</strong> Terus terang, saya agak malas menjawabnya. Apalagi, kalau ditimpali dengan pertanyaan lain: <em>Penerbit Anda alamatnya di mana? Punya web atau email? Berapa lama saya akan mendapatkan jawaban? Naskah dikirim dalam softcopy atau hardcopy?</em></p>
<p>Pertanyaan standar, tetapi cukup menjengkelkan untuk zaman sekarang. Mengapa? Karena para penanya sedang menggunakan fb, salah satu jejaring <em>social media</em> yang memungkinkan ia mendapat banyak informasi.  Posting-posting masa lalu saya, baik di fb maupun di blog dapat memperlihatkan apa yang ditanyakan itu. Hanya terkadang dunia digital tetap membuat kita malas untuk melakukan pencarian walaupun lewat pertolongan sang Google.</p>
<p>Lucunya lagi, orang terkadang tidak melihat jejak karier saya sehingga sampai sekarang masih ada yang mengira saya masih bekerja di Penerbit MQS, Penerbit Salamadani, dan mungkin masih akrab bahwa saya mengelola Penerbit Tiga Serangkai. Lalu, diajukanlah pertanyaan naskah apa yang diperlukan Penerbit Tiga Serangkai. Nah, untuk penerbit terakhir ini, Anda hanya tinggal membuka Google, ketik penerbit tiga serangkai maka pada urutan pertama akan langsung terhubung dengan web Penerbit Tiga Serangkai. Lalu, kliklah<em> general book</em> untuk memilih informasi tentang buku umum. Segala informasi ada di situ, termasuk bagaimana Anda dapat mengajukan naskah. Selesai.</p>
<h4>Mau Menawarkan Naskah atau Perabotan Rumah Tangga</h4>
<p>Ya, sebaiknya jangan berlaku seperti <em>penjual perabotan rumah tangga </em>seolah-olah diri Anda sebagai penulis adalah penyedia segala naskah. Lalu, Anda bertanya pada <em>customer Anda</em> (penerbit). Anda perlu naskah apa? Fiksi, nonfiksi, faksi? Cerita anak, novel dewasa, novel reliji, nonfiksi motivasi, nonfiksi bisnis&#8211;saya punya semuanya. Memang bisa mengesankan Anda penulis generalis, tetapi bisa juga penulis gado-gado yang tidak jelas kompetensinya. Beruntung jika ada yang mengenali Anda dan karya Anda sebelumnya. Namun, jika tidak ada sama sekali jejak rekam Anda di dunia buku, ya Anda dianggap petualang dunia buku saja.</p>
<p>Karena itu, fokuslah pada diri Anda karena posisi Anda harus jelas sebagai penulis, agen penulis, atau agen naskah. Jika Anda sebagai penulis, Anda menawarkan naskah langsung pada apa yang Anda punya. Tidak perlu bertanya penerbit memerlukan naskah apa. Bagi penerbit, naskah yang diperlukan adalah naskah yang punya potensi pasar, sesuai dengan tren ataupun kecenderungan, dan tentunya berpotensi mencetak hit (<em>best seller</em>).  Perkara jenis atau kategori naskah, inilah yang harus Anda kenali dan deteksi sejak awal.</p>
<p>Jadi, jangan seperti pedagang perabotan rumah tangga karena Anda membawa panci, sapu, tudung saji, kemoceng, piring, dan lain-lain. Lalu, Anda tanya ke penerbit, perlu &#8216;perabotan&#8217; apa. Nanti ketika penerbit bilang butuh <em>microwave</em>, Anda akan bengong sendiri.</p>
<h4>Mengenali Penerbit dan Reposisi Penerbit</h4>
<p>Mudah sekali mengenali penerbit pada zaman seperti ini. Pertama, Anda tidak boleh  malas ke toko buku besar seperti Gramedia, Togamas, ataupun Toko Gunung Agung. Sebagai penulis, pada sebuah buku ada lima hal yang mutlak harus Anda kenali untuk melakukan survey atau mengidentifikasi penerbit: 1) judul buku; 2) penerbit buku; 3) penulis buku; 4) tahun terbit; 5) alamat penerbit. Catatlah itu dengan menggunakan buku notes yang Anda bawa atau catat lewat hp Anda.</p>
<p>Ingat juga Anda harus akrab dengan fenomena di dunia buku seperti penulis dapat menggunakan nama asli dan nama samaran/nama pena. Nama asli saya adalah Bambang Trimansyah dan nama pena saya adalah Bambang Trim. Bambang Trimansyah dan Bambang Trim adalah orang yang sama. Namun, jika Anda ketik di Google, nama Bambang Trim-lah yang banyak menyediakan informasi tentang saya dibandingkan Bambang Trimansyah. Seperti juga nama Gola Gong akan lebih mudah dicari segala informasinya dibandingkan Heri Hendrayana.</p>
<p>Fenomena lain pada penerbit mayor adalah penggunaan imprint sebagai <em>brand</em> lini penerbitan. Mizan Group memiliki imprint DAR!, Kaifa, Hikmah, Qanita, Bentang, dan lainnya. Semua itu imprint penerbit dalam naungan satu grup Mizan. Ada kemungkinan sebuah imprint ditutup dan imprint baru dibuka (Mizan misalnya tidak lagi mengaktifkan imprint Al Bayan). Erlangga Group punya imprint Esis, Esensi, dan Erlangga Kids. Tiga Serangkai memiliki imprint Tiga Ananda, Metagraf, Metamind, dan Tinta Medina. Jadi, kenali imprint dan penerbit mayornya pemilik imprint itu sendiri. Ada imprint yang sifatnya hanya sebagai brand dengan satu naungan redaksi. Namun, ada imprint yang sifatnya juga sebagai perusahaan berdiri sendiri dengan tim redaksi sendiri seperti yang dimiliki oleh Group Agro Media: Kawan Pustaka, Wahyu Media, Gagas Media, Bukune, dan sebagainya.</p>
<p>Lalu, yang perlu diingat bahwa zaman telah berubah. Ada kecenderungan penerbit mereposisi haluan penerbitannya. Artinya, peluang Anda sebagai penulis sekarang lebih luas dan terbuka. Kini, hanya ada beberapa penerbit yang mengambil spesialisasi penerbitan, misalnya Kesaint Blanc yang tetap konsisten menjadi penerbit buku-buku kebahasaan atau Salemba Empat yang konsisten menerbitkan buku perguruan tinggi.</p>
<p>Kecenderungan yang saya maksud adalah penerbit menjadi <em>general publisher</em> yang melebarkan kategori jenis terbitan maupun menciptakan imprint baru. Lihat saja Pustaka Al Kautsar yang sebelumnya dikenal kental sebagai penerbit buku Islam, kini melebarkan kategori menerbitkan buku anak Islam dan Umum, buku motivasi, buku keterampilan, dan buku lainnya yang tidak mutlak berwarna Islam. Bentang Pustaka yang kental dengan warna buku sastra terakhir melebarkan sayapnya ke buku-buku anak meskipun tentu juga berorientasi sastra, tetapi sebuah genre yang diperluas. Beberapa penerbit mayor buku pelajaran kini mencoba melebarkan sayap ke buku-buku umum.</p>
<p>Ini sebuah fenomena yang harus dicermati para penulis. Artinya, banyak penerbit yang kini dapat menerbitkan segala jenis naskah. Jadi, Anda tidak perlu bertanya penerbit perlu naskah apa. Apa yang harus Anda ajukan adalah saya punya naskah seperti ini, kira-kira apakah masuk kriteria penerbitan di sebuah penerbit. Langkah selanjutnya, Anda memang harus menyiapkan <em>brief for publisher</em> seperti yang pernah saya paparkan dalam buku saya <em>The Art of Stimulating Idea</em>.</p>
<h4>Topik-Topik Pencetak Hit</h4>
<p>Pasar buku Indonesia kini disesaki oleh begitu banyak judul. <em>Self-publisher</em> juga meramaikan pasar ini di samping tentunya penerbitan dari penerbit mayor maupun penerbit menengah. Ada kira-kira 2.500 judul buku baru masuk ke toko buku besar seperti Gramedia. Tidak sampai 10% dari judul-judul buku itu, kemudian terkapar tidak berdaya dan diretur karena tidak disentuh oleh calon pembaca ataupun tidak bertemu dengan pembacanya.</p>
<p>Pembaca Indonesia punya topik-topik favorit untuk mereka baca dan penerbit melihatnya sebagai tren atau kecenderungan yang berlaku. Karena itu, ada penerbit yang mengambil posisi menciptakan tren (<em>trendsetter</em>) ataupun ada penerbit yang mengambil posisi menjadi epigon dari buku-buku pencetak hits.</p>
<p>Berikut adalah 10 Topik Pencetak Hit buku-buku di Indonesia hasil rangkuman saya.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Kesalehan (Reliji)</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku yang mendorong pembaca pada kehidupan keberagamaan yang sebenarnya, tata cara ibadah, sukses dunia akhirat. Buku reliji Islam masih mencetak banyak hit dalam penjualan buku-buku di Indonesia.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Kanak-kanak</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku anak adalah buku yang tidak pernah ada matinya, baik dari kategori fiksi, nonfiksi, maupun faksi.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Kisah</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Kisah termasuk pada kategori kumpulan cerpen, novel, dan juga kisah nyata (faksi) yang tetap banyak menginspirasi pembaca. Beberapa buku ini mampu mencetak hit.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Kaya (Bisnis)</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku tentang bagaimana mencapai kemakmuran, baik itu berupa motivasi maupun kiat bisnis, tetap dicari pembaca Indonesia. Entrepreneurship juga menjadi topik yang tetap mengemuka.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Kesenangan (Hobi)</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku-buku hobi marak seiring dengan banyaknya komunitas hobi yang tumbuh di Indonesia dalam berbagai bidang.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Keterampilan</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku keterampilan termasuk mengusung semangat entrepreneurship dan juga punya tempat dalam pasar buku Indonesia.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Kesehatan</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku kesehatan selalu dicari terutama oleh para manula maupun masyarakat yang memasuki paruh baya. Banyaknya fenomena penyakit dan kesadaran tinggi menjaga kesehatan turut mendorong lakunya buku-buku jenis ini.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Komputer (Teknolog Informasi)</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Teknologi yang sangat cepat berubah adalah bidang komputer serta teknologi informasi. Buku-buku ini punya pembaca fanatik dengan lahirnya generasi digital kini.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Keilmuan (Edukasi)</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku keilmuan atau bidang edukasi memang termasuk buku yang tidak akan pernah surut dibutuhkan seiring dengan bertambahnya anak usia sekolah serta kesadaran tinggi terhadap pendidikan.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="211">
<ul>
<li>Kontroversi</li>
</ul>
</td>
<td valign="top" width="294">Buku yang tetap dicari dalam jagat pembaca Indonesia karena rasa ingin tahu yang tinggi.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Ada topik-topik lain yang juga punya kekuatan, seperti kewanitaan dan keluarga (parenting). Semua sangat bergantung pada momentum, kompetensi penulisnya, penyajian, kemenarikan, serta tentunya kepentingan untuk diterbitkan.</p>
<p>Nah, Anda dapat mempertimbangkan pengalaman, pengetahuan, serta keterampilan yang Anda miliki untuk menulis naskah dari kesepuluh topik pencetak hit tersebut. Pastikan Anda memiliki keunikan, ide-ide penyajian yang merupakan terobosan, serta mampu menjabarkan isi (<em>content</em>) yang lebih lengkap dan mutakhir (<em>up to date</em>).</p>
<p>***</p>
<p>Penerbit perlu naskah yang tidak seperti naskah kebanyakan meskipun Anda bukanlah penulis yang bernama ataupun punya portofolio buku sampai puluhan, bahkan ratusan. Penerbit perlu melihat Anda sebagai sosok penulis yang dapat dilejitkan dengan naskahnya yang <em>powerful</em>. Jangan terlalu banyak bertanya, berkaryalah dan kirimkan segera. Karena itu, baiklah Anda baca dulu buku <em>The Art of Stimulating Idea</em>. Atau jika menggumpal begitu banyak pertanyaan, tanyakanlah sesuatu yang lebih esensial daripada: Penerbit anu ini penerbit apa ya? Siapa yang bisa dihubungi? Emailnya atau alamatnya apa ya? Anda perlu naskah apa saja?</p>
<p>Lebih baik lagi jika Anda bergabung pada Akademi Penulis Indonesia (ALINEA) yang akan menggelar training &#8220;Book Writing Revolution&#8221; batch #1 di Jogjakarta, pada 17-18 Desember 2011. Anda akan mendapatkan informasi yang komprehensif soal penulisan dan penerbitan buku langsung dari saya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>: catatan kreativitas <strong>Bambang Trim</strong></p>
<p><strong></strong>komporis buku Indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/1001/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/1001/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/1001/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=1001&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/08/penerbit-perlu-naskah-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini tentang Memasarkan Naskah</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/06/ini-tentang-memasarkan-naskah/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/06/ini-tentang-memasarkan-naskah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2011 10:56:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernaskahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=995</guid>
		<description><![CDATA[Seorang bernama Michael Hyatt, CEO dari Thomas Nelson Publisher yang juga melakoni diri sebagai literary agent dan sempat memunculkan beberapa penulis best seller, menyebutkan bahwa bagaimana Anda mendapatkan kontrak dari sebuah penerbit bukanlah soal: 1) ide besar Anda; 2) Anda menulis sebuah adikarya sastra; 3) Anda mengenal orang yang tepat (di penerbitan). Rahasia nyatanya justru bagaimana Anda membuat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=995&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang bernama Michael Hyatt, CEO dari Thomas Nelson Publisher yang juga melakoni diri sebagai <em>literary agent</em> dan sempat memunculkan beberapa penulis <em>best seller, </em>menyebutkan bahwa bagaimana Anda mendapatkan kontrak dari sebuah penerbit bukanlah soal: 1) ide besar Anda; 2) Anda menulis sebuah adikarya sastra; 3) Anda mengenal orang yang tepat (di penerbitan). Rahasia nyatanya justru bagaimana Anda membuat proposal penerbitan buku.</p>
<p>Bagi saya ini memang soal kebiasaan atau juga budaya pada para penulis kita. Tidaklah terlalu dikenal profesi <em>literary agent </em>(agen penulis) di Indonesia sehingga cenderung para penulis tidak merekrut seorang agen untuk mengelola naskahnya. Adapun yang kerap mengaku sebagai <em>literary agent</em> cenderung menjadi perantara naskah tanpa melibatkan penulis berhubungan dengan penerbit. Bahkan, terkadang kontrak penerbitan justru ditandatangi agen, bukan penulisnya. Karena itu, penulis di Indonesia memang cenderung tidak mengenal profesi agen penulis ini yang ibarat manajer artis dalam dunia entertainment.</p>
<p>Hal lain soal proposal penerbitan buku, pun penulis Indonesia tidak terbiasa membuat proposal penerbitan dan mempresentasikannya kepada penerbit. Di samping itu, penerbit Indonesia juga tidak terbiasa dengan kebiasaan menerima presentasi resmi penulis. Hal inilah yang coba saya budayakan ketika membangun Divisi Akuisisi Naskah di Penerbit Tiga Serangkai. Kami mengundang beberapa penulis yang potensial dan dipersilakan untuk mempresentasikan naskahnya. Nama-nama penulis Indonesia, seperti Tasaro GK, Imran Laha, Tauhid Nur Azhar, bahkan N. Syamsuddin Haesy sempat mempresentasikan naskahnya di depan para editor termasuk marketer buku General Book Tiga Serangkai.</p>
<p>Hyatt memang betul terkadang persoalan naskah itu bukan soal Anda punya ide bagus, lalu Anda menuliskan sebuah karya brilian dan punya koneksi di penerbitan; semua terkait bagaimana Anda memasarkan naskah itu dan meyakinkan para editor maupun marketer di penerbit untuk menerima naskah Anda. Anda memang perlu menyusun sebuah proposal penerbitan yang berdaya.</p>
<p>Dalam buku <em>The Art of Stimulating Idea, </em>saya memaparkan satu bab tentang memasarkan ide meskipun tidak terlalu detail. Namun, saya telah memberikan satu <em>clue</em> tentang Brief for Publisher yang memuat poin-poin penting menggambarkan isi naskah dan tentu reputasi Anda menuliskannya. Hal yang terpenting juga termasuk <em>benchmarking</em> naskah dan menyebutkan segala keunggulan naskah dibandingkan karya lain yang sudah terbit. Anda juga harus mampu menggambarkan pembaca sasaran secara luas dan terarah sehingga para marketer dapat juga memetakan pasar untuk buku Anda.</p>
<p>Tambahan lain pada proposal atau presentasi naskah yang perlu Anda tampilkan adalah rancangan outline naskah sehingga penerbit dapat melihat &#8216;isi perut&#8217; naskah secara lebih jelas dan bagaimana Anda menuliskannya. Lalu, tidak lupa portofolio Anda yang berkaitan dengan naskah. Berhati-hatilah dengan portofolio yang menjebak diri Anda sendiri.</p>
<p>Misalnya begini, suatu ketika saya menerima naskah bagaimana menjadi karyawan yang mampu melejitkan karier dengan cepat. Namun, pada biodata si penulis, penulis mengaku sudah tidak lagi menjadi karyawan dan memilih jalur <em>entrepreneur</em> atau menjadi <em>self-employee</em>.  Biodata ini bertolak belakang dengan naskahnya yang berapi-api menyebutkan menjadi karyawan itu juga sesuatu yang menyenangkan dan dapat menjadi jalan meraih kesuksesan.</p>
<p>Awal 2012, saya sudah akan mulai memasarkan naskah-naskah yang saya tangani kepada berbagai penerbit. Saya akan mulai melakoni diri sebagai <em>literary agent</em> dengan pengalaman 15 tahun lebih di industri perbukuan. Tentu saya akan memilih dengan penulis siapa saya dapat bekerja sama atas dasar kepercayaan dan profesionalitas. Lalu, bersama dengan penulis saya pun akan melakukan presentasi proposal naskah berbasis <em>Brief for Publisher</em>. Saya harus memiliki target mengegolkan naskah penulis dan mendapatkan kontrak yang bagus. Penulis pun akan memberikan <em>fee </em>kepada saya melalui royaltinya dan penerbit pun dapat merekrut saya untuk mencarikan para penulis yang punya <em>talent</em> dibesarkan sebagai penulis berkarakter dan berdedikasi pada bidangnya. Tentu ini adalah pekerjaan yang menyatukan seni, intuisi, dan pengetahuan penerbitan buku.</p>
<p>Hal yang perlu diingat bahwa supervisi terhadap penulis bagaimana membuat naskah buku fiksi, nonfiksi, atau faksi yang baik perlu dilakukan. Para penulis harus memiliki metode, mengenali anatomi buku, mengembangkan gaya yang unik/khas dari tulisannya, serta benar-benar lepas mencurahkan ilmu atau pengalaman yang dimilikinya. Di sinilah peran <em>literary agent</em> juga menjadi editor, mitra bagi penulis.</p>
<p>***</p>
<p><em>Book Writing Revolution</em> adalah training tutup tahun yang saya adakan di Jogjakarta, pada 17-18 Desember 2011, di Ruko Demangan Square No.4 Jln. Demangan Baru*). Bersama Heri Suchaeri, pemilik Smile Consulting, saya mendirikan Akademi Penulis Indonesia (ALINEA) sebagai salah satu lembaga training, konsultasi, dan keagenanan penulis di Jogja yang bekerja sama dengan TrimKom. Heri Suchaeri termasuk yang saya supervisi menjadi penulis buku bidang pelayanan dengan meluncurkan formula TOTAL Costumer (Bagaimana Membuat Pelanggan Tersenyum, Optimis, Terkesan, Antusia, dan Loyal) ~ bukunya sudah diterima untuk terbit di Penerbit Tiga Serangkai pada 2012. Tentu kami tidak berhenti sampai di situ untuk mengembangkan naskah yang lain buat penerbit lain.</p>
<p>Training ini bukan soal Anda hanya membayar Rp300.000 untuk sebuah training komprehensif menulis buku nonfiksi selama 2 hari. Bukan soal Anda bisa memperoleh informasi gratis bagaimana memasarkan naskah Anda dari kolega atau kenalan Anda di penerbit atau sesama penulis tanpa harus mengikuti training ini. Namun, training ini lebih akan membawa Anda merevolusi cara berpikir Anda soal menulis buku.</p>
<p>Saya, Bambang Trim, telah membantu sebagai editor untuk memunculkan karya beberapa penulis buku yang impresif di Indonesia: 1) Aa Gym lewat &#8220;Aa Gym Apa Adanya&#8221;, &#8220;Jagalah Hati&#8221;, &#8220;Saya Tidak Ingin Kaya Tapi Harus Kaya&#8221;; 2) Parlindungan Marpaung lewat &#8220;Setengah Isi Setengah Kosong&#8221; dan &#8220;Fullfiling Life&#8221; ; 3) dr. Tauhid Nur Azhar lewat &#8220;Jangan ke Dokter Lagi&#8221;, &#8220;Gelegar Otak&#8221;, &#8220;Misteri DNA Anak Saleh&#8221;, dsb.; 4) Ippho Santosa menulis bareng Aa Gym lewat &#8220;Qolbu Marketing&#8221;; 5) Andrew Ho dan Aa Gym lewat &#8220;The Power of Network  Marketing&#8221;; 6) Hermawan Kartajaya dan Aa Gym lewat &#8220;The Spiritual Marketer&#8221;; 7) Ustadz Yusuf Mansur lewat &#8220;Double Impact: Buat Apa Susah, Susah itu Mudah&#8221;, &#8220;Seri Allah Maha&#8230;&#8221;; 8.) Adi Putera Widjaja dan dr. Stephanus lewat &#8220;Metaleadership Marketing&#8221;; 9) N. Syamsuddin Haesy lewat &#8220;Platinum Track&#8221; dan &#8220;Indigostar&#8221;. Dan beberapa penulis lainnya selama berinteraksi di berbagai penerbit Indonesia.</p>
<p>Pengalaman ini yang sungguh ingin saya bagi dalam training bertajuk &#8220;Book Writing Revolution&#8221;. Anda harus mampu memandang naskah dari banyak sudut pandang. Semoga.</p>
<p>*) Kontak Heri Smile Suchaeri, SMS ke 0274-9566049 atau 08122952272 untuk mengikuti training bersama Bambang Trim.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/995/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/995/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/995/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=995&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/06/ini-tentang-memasarkan-naskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Business Writing, What Do You Think?</title>
		<link>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/04/business-writing-what-do-you-think/</link>
		<comments>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/04/business-writing-what-do-you-think/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 01:06:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>manistebu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Training/Kuliah/Seminar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://manistebu.wordpress.com/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya sudah lebih dari 20 kali saya memberikan training rutin penulisan profesional yang mengarah pada penulisan bisnis dan penulisan kehumasan di Bandung. Acara yang digelar Keynote Speaker Indonesia dan sekarang mengusung nama PT Prakarsa Media diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Sudah ratusan alumni dari berbagai instansi/lembaga pemerintah maupun swasta dikompori untuk mampu menulis dengan berdaya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=990&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/business_writing.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-991" title="business_writing" src="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/business_writing.jpg?w=300&#038;h=153" alt="" width="300" height="153" /></a></p>
<p>Rasanya sudah lebih dari 20 kali saya memberikan training rutin penulisan profesional yang mengarah pada penulisan bisnis dan penulisan kehumasan di Bandung. Acara yang digelar Keynote Speaker Indonesia dan sekarang mengusung nama PT Prakarsa Media diikuti peserta dari seluruh Indonesia. Sudah ratusan alumni dari berbagai instansi/lembaga pemerintah maupun swasta dikompori untuk mampu menulis dengan berdaya. Mitra saya dalam berbagi selama dua hari setiap batch pelatihan adalah Mas Hernowo, salah seorang pelopor di Penerbit Mizan.</p>
<p>Saya memang memotret rendahnya kemampuan menulis bidang bisnis maupun kehumasan di kalangan profesi sekretaris, staf humas, maupun manajemen/eksekutif sebuah perusahaan/institusi/lembaga. Rendahnya kemampuan ini menimbulkan kemacetan komunikasi dan informasi. Sebuah survey yang pernah dilakukan lembaga Hodge-Cronin pada 800 CEO, 98% menyetujui bahwa kemampuan menulis sangat penting untuk kesuksesan seseorang.</p>
<p>Penulisan (bisnis/PR) yang baik akan menyelamatkan waktu sang boss dan menciptakan kesan positif. Sebaliknya, penulisan yang buruk akan mengesankan sang penulis tidak terorganisasi dengan baik, membosankan, bahkan tidak dapat diandalkan. Karena itu, bagi para eksekutif, menulis berarti sama dengan &#8216;menjual&#8217;. Menjelaskan saja tidaklah cukup, Anda harus <em>memengaruhi</em>.</p>
<p>Setiap pesan dalam bisnis atau kepentingan tertentu memang mengusung sebuah ide, misalnya dalam <em>tagline</em>. Pesan itu harus bersaing dengan pesan-pesan lain dalam pasar yang semakin sesak. Hanya bentuk komunikasi yang paling jelas serta persuasif berpotensi untuk dibaca.</p>
<p>Itulah mengapa penulisan bisnis/kehumasan menjadi penting. Namun, pada kenyataannya para eksekutif lebih dari setengahnya tidak dapat menulis dan mungkin hanya 20% yang menikmati kegiatan menulis sebagai hobi ataupun menyelingi rutinitas mereka. Lalu, sedikit mengherankan, sekolah-sekolah bisnis pun tidak mengambil suatu perhatian yang serius terhadap keterampilan menulis bisnis ini. Perusahaan atau lembaga hanya memberikan peluang training yang sedikit untuk stafnya menguasai keterampilan penting ini karena mungkin menganggap hal ini belum sepenuhnya dibutuhkan. Padahal, dari banyak kasus terjadi &#8216;kepanikan&#8217; ketika sebuah laporan, proposal, ataupun press release harus disiapkan.</p>
<p>Saya selalu menekankan bahwa menulis itu adalah keterampilan hidup. Para penulis diciptakan bukan dilahirkan. Karena itu, sebuah ranah atau laras bernama penulisan bisnis pun sangat mungkin dilatihkan cepat dan dikuasai dengan baik oleh siapa pun. Saya melihat minat yang besar dari kebanyakan peserta training untuk menguasai menulis ini. Kendala utama memang persoalan tata bahasa, kurangnya pengetahuan tentang struktur atau anatomi sebuah tulisan, dan juga bagaimana menerapkan gaya serta pilihan kata yang tepat.</p>
<p>Sebuah studi tentang kalimat yang saya sampaikan umumnya membuat peserta training tersadar dengan kekeliruan mereka. Kekeliruan utama adalah kesenangan membuat kalimat berpanjang-panjang. Berikut hasil studi tersebut.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="199"><strong>Rata-Rata Panjang Kalimat</strong></td>
<td valign="top" width="186"><strong>Kemudahan untuk Dipahami</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">8 kata atau kurang</td>
<td valign="top" width="186">Sangat mudah</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">11 kata</td>
<td valign="top" width="186">Mudah</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">14 kata</td>
<td valign="top" width="186">Cukup mudah</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">17 kata</td>
<td valign="top" width="186">Standar</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">21 kata</td>
<td valign="top" width="186">Cukup sulit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">25 kata</td>
<td valign="top" width="186">Sulit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="199">29 kata</td>
<td valign="top" width="186">Sangat sulit</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nah, kesadaran penggunaan bahasa seperti ini memang kadang suatu pengetahuan baru buat mereka. Teknisnya bagaimana bisa memecah kalimat panjang menjadi 2-3 kalimat dengan keterbacaan tinggi? Tentu kiat ini yang dilatihkan kepada mereka. Bahkan, juga termasuk keterampilan menyunting naskah (editing), baik itu mechanical editing maupun substantive editing.</p>
<p>Dua tahun lalu saya sempat beberapa kali mengisi training kepenulisan bisnis/PR ini untuk staf Setneg Wapres RI. Apa yang dilatihkan cuma satu bagian kecil dari penulisan bisnis yaitu bagaimana menulis notula (minutes of meeting). Dua wapres memiliki cara pandang berbeda terhadap notula. Pak JK menginginkan notula yang ringkas tidak lebih dari 2 halaman berapa jam pun rapatnya. Adapun Pak Boediono menginginkan format notula yang detail untuk dipelajari. Tentu dua hal yang berbeda ini memerlukan adaptasi kemampuan menuliskannya. Kebetulan saya memberi pelatihan 2 kali, yaitu satu kali semasa Pak JK dan sekali semasa Pak Boediono baru terpilih.</p>
<p>Saat paling menantang adalah memberi training selama 3 hari untuk melatih staf di BPK RI membuat laporan pemeriksaan tahunan untuk disebarkan ke pemerintah, DPR, wartawan, maupun khalayak yang berkepentingan. Sekian tim harus dipandu untuk menuliskan laporan standar dengan bahan laporan yang diterima dari setiap daerah tidak standar. Tingkat kesulitan semakin tinggi karena tidak adanya gaya selingkung (<em>house style</em>) yang komprehensif selain hanya gaya selingkung kebahasaan.  Padahal, masalah penulisan laporan tidak melulu ada pada kebahasaan, tetapi juga soal format, anatomi tulisan, tipografi, dan juga piktorial.</p>
<p>Bagi saya, penulisan bisnis memang sesuatu banget&#8230;. Rendahnya kemampuan para staf maupun eksekutif menguasainya menjadi sebuah tantangan baru untuk mencari formula pelatihan yang tepat. Saya bereksperimen dengan banyak formula dan akhirnya akan menggunakan satu standar formula yang juga saya gunakan dalam training penulisan buku. Formula itu adalah TRIM (topik-riset-inovasi-matriks) dengan bumbu yang coba saya aplikasikan bernama <em>hypnotic writing </em>yang dipopulerkan oleh Joe Vitalae.</p>
<p>Lembaga training milik saya,TrimKom, akan langsung menerapkan metode ini untuk berbagi kemampuan penulisan bisnis pada tahap awal yaitu menguasai pola-pola penulisan bisnis itu sendiri, termasuk gaya penulisan.</p>
<p>***</p>
<p>Jadwal  training <strong>TrimKom</strong> di Bandung pada Februari 2012:</p>
<ul>
<li>Book Writing Revolution Training  16-17 Februari 2012</li>
<li>Mastering Business Writing Training 23-24 Februari 2012</li>
</ul>
<p>Tunggu informasi selanjutnya untuk investasi dan tempat. TrimKom juga membuka peluang in-house training untuk materi: 1) business/PR writing; 2) academic writing.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/manistebu.wordpress.com/990/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/manistebu.wordpress.com/990/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/manistebu.wordpress.com/990/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/manistebu.wordpress.com/990/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/manistebu.wordpress.com/990/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/manistebu.wordpress.com/990/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/manistebu.wordpress.com/990/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/manistebu.wordpress.com/990/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/manistebu.wordpress.com/990/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/manistebu.wordpress.com/990/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/manistebu.wordpress.com/990/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/manistebu.wordpress.com/990/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/manistebu.wordpress.com/990/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/manistebu.wordpress.com/990/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=manistebu.wordpress.com&amp;blog=11642719&amp;post=990&amp;subd=manistebu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://manistebu.wordpress.com/2011/12/04/business-writing-what-do-you-think/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e14baef2840f6659501c0c2453caa9de?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Bambang Trim</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://manistebu.files.wordpress.com/2011/12/business_writing.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">business_writing</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
